Minggu, 22 Maret 2015
Wortel, Telur, dan Kopi
Seorang anak mengeluh pada ayahnya tentang hidupnya yang sulit. Ia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan ingin menyerah saja. Ia lelah berjuang. Setiap saat satu persoalan terpecahkan, persoalan yang lain muncul. Ayahnya, seorang juru masak, tersenyum dan membawa anak perempuannya ke dapur. Ia lalu mengambil tiga buah panci, mengisinya masing-masing dengan air dan meletakkannya pada kompor yang menyala. Beberapa saat kemudian air dalam panci-panci itu mendidih. Pada panci pertama, ia memasukkan wortel. Lalu, pada panci kedua ia memasukkan telur. Dan, pada panci ketiga ia memasukkan beberapa biji kopi tumbuk. Ia membiarkan masing-masing mendidih.
Selama itu ia terdiam seribu basa. Sang anak menggereget gigi, tak sabar menunggu dan heran dengan apa yang dilakukan oleh ayahnya. Dua puluh menit kemudian, sang ayah mematikan api. Lalu menyiduk wortel dari dalam panci dan meletakkanya pada sebuah piring. Kemudian ia mengambil telur dan meletakkanya pada piring yang sama. Terakhir ia menyaring kopi yang diletakkan pada piring itu juga.
Ia lalu menoleh pada anaknya dan bertanya, "Apa yang kau lihat, nak?"
"Wortel, telur, dan kopi, " jawab sang anak.
Ia membimbing anaknya mendekat dan memintanya untuk memegang wortel. Anak itu melakukan apa yang diminta dan mengatakan bahwa wortel itu terasa lunak. Kemudian sang ayah meminta anaknya memecah telur. Setelah telur itu dipecah dan dikupas, sang anak mengatakan bahwa telur rebus itu kini terasa keras.
Kemudian sang ayah meminta anak itu mencicipi kopi. Sang anak tersenyum saat mencicipi aroma kopi yang sedap itu. "Apa maksud semua ini, ayah?" tanya sang anak.
Sang ayah menjelaskan bahwa setiap benda tadi telah mengalami hal yang sama, yaitu direbus dalam air mendidih, tetapi selepas perebusan itu mereka berubah menjadi sesuatu yang berbeda-beda. Wortel yang semula kuat dan keras, setelah direbus dalam air mendidih, berubah menjadi lunak dan lemah.Sedangkan telur, sebaliknya, yang semula mudah pecah, kini setelah direbus menjadi keras dan kokoh. Sedangkan biji kopi tumbuh berubah menjadi sangat unik. Biji kopi, setelah direbus, malah mengubah air yang merebusnya itu.
"Kamu termasuk yang mana?," tanya ayahnya. "Ketika kesulitan mendatangimu, bagaimana kau menghadapinya? Apakah kamu wortel, telur atau kopi?" Bagaimana dengan kamu? Apakah kamu adalah wortel yang kelihatannya keras, tapi dengan adanya penderitaan dan kesulitan, kamu menyerah, menjadi lunak dan kehilangan kekuatanmu."
"Apakah kamu adalah telur, yang awalnya memiliki hati lembut? Dengan jiwa yang dinamis, namun setelah adanya kematian, patah hati, perceraian atau pemecatan maka hatimu menjadi keras dan kaku. Dari luar kelihatan sama, tetapi apakah kamu menjadi pahit dan keras dengan jiwa dan hati yang kaku?."
"Ataukah kamu adalah bubuk kopi? Bubuk kopi merubah air panas, sesuatu yang menimbulkan kesakitan, untuk mencapai rasanya yang maksimal pada suhu 100 derajat Celcius. Ketika air mencapai suhu terpanas, kopi terasa semakin nikmat."
"Jika kamu seperti bubuk kopi, ketika keadaan menjadi semakin buruk, kamu akan menjadi semakin baik dan membuat keadaan di sekitarmu juga membaik."
"Maka, yang manakah dirimu?" tanya sang ayah pada anaknya. "Disaat kesulitan menghadang langkahmu, perubahan apa yang terjadi pada dirimu? Apakah kau menjadi sebatang wortel, sebutir telur atau biji kopi?"
Rabu, 18 Maret 2015
Segelas Susu
Suatu hari, seorang anak lelaki miskin yang hidup dari menjual asongan dari pintu ke pintu, menemukan bahwa di kantongnya hanya tersisa beberapa sen uangnya, dan dia sangat lapar.
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, "Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?" Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun. Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan. Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata: "Dari dalam hatiku aku berterima kasih banyak pada Anda."
Setelah sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut , menjadi tua dan mengalami sakit yang sangat serius dan kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya.
Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut.
Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan. Wanita itu sembuh! Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.
Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi: "Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..." tertanda, DR Howard Kelly. Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: "Tuhan, terima kasih, bahwa cinta-MU telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia."
Anak lelaki tersebut memutuskan untuk meminta makanan dari rumah berikutnya. Akan tetapi anak itu kehilangan keberanian saat seorang wanita muda membuka pintu rumah. Anak itu tidak jadi meminta makanan, ia hanya berani meminta segelas air.
Wanita muda tersebut melihat, dan berpikir bahwa anak lelaki tersebut pastilah lapar, oleh karena itu ia membawakan segelas besar susu. Anak lelaki itu meminumnya dengan lambat, dan kemudian bertanya, "Berapa saya harus membayar untuk segelas besar susu ini?" Wanita itu menjawab: "Kamu tidak perlu membayar apapun. Ibu kami mengajarkan untuk tidak menerima bayaran untuk kebaikan" kata wanita itu menambahkan. Anak lelaki itu kemudian menghabiskan susunya dan berkata: "Dari dalam hatiku aku berterima kasih banyak pada Anda."
Setelah sekian tahun kemudian, wanita muda tersebut , menjadi tua dan mengalami sakit yang sangat serius dan kritis. Para dokter di kota itu sudah tidak sanggup menanganinya.
Mereka akhirnya mengirimnya ke kota besar, di mana terdapat dokter spesialis yang mampu menangani penyakit langka tersebut. Dr. Howard Kelly dipanggil untuk melakukan pemeriksaan. Pada saat ia mendengar nama kota asal si wanita tersebut, terbersit seberkas pancaran aneh pada mata dokter Kelly. Segera ia bangkit dan bergegas turun melalui hall rumah sakit, menuju kamar si wanita tersebut.
Dengan berpakaian jubah kedokteran ia menemui si wanita itu. Ia langsung mengenali wanita itu pada sekali pandang. Ia kemudian kembali ke ruang konsultasi dan memutuskan untuk melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan nyawa wanita itu. Mulai hari itu, ia selalu memberikan perhatian khusus pada kasus wanita itu.
Setelah melalui perjuangan yang panjang, akhirnya diperoleh kemenangan. Wanita itu sembuh! Dr. Kelly meminta bagian keuangan rumah sakit untuk mengirimkan seluruh tagihan biaya pengobatan kepadanya untuk persetujuan.
Dr. Kelly melihatnya, dan menuliskan sesuatu pada pojok atas lembar tagihan, dan kemudian mengirimkannya ke kamar pasien. Wanita itu takut untuk membuka tagihan tersebut, ia sangat yakin bahwa ia tak akan mampu membayar tagihan tersebut walaupun harus dicicil seumur hidupnya.
Akhirnya Ia memberanikan diri untuk membaca tagihan tersebut, dan ada sesuatu yang menarik perhatiannya pada pojok atas lembar tagihan tersebut. Ia membaca tulisan yang berbunyi: "Telah dibayar lunas dengan segelas besar susu..." tertanda, DR Howard Kelly. Air mata kebahagiaan membanjiri matanya. Ia berdoa: "Tuhan, terima kasih, bahwa cinta-MU telah memenuhi seluruh bumi melalui hati dan tangan manusia."
Minggu, 15 Maret 2015
Semenit Saja
Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa
ke Pannti Asuhan untuk disumbangkan; namun betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall
untuk dibelanjakan!
Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit, namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.
Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.
Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah lebih lama sedikit daripada biasa.
Betapa sulitnya untuk membaca satu ayat Kitab Suci tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.
Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser, namun lebih senang berada di kursi paling belakang ketika berada di temppat ibadah.
Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata,
namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama sebulan berpuasa.
Betapa sulitnya menyediakan waktu untuk ibadah; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.
Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Kitab Suci; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.
Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh Koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci.
Betapa setiap orang ingin masuk surga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir, atau mengatakan apa-apa, atau berbuat apa-apa.
Betapa lamanya melayani Allah selama lima belas menit, namun betapa singkatnya kalau kita melihat film.
Betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman tanpa harus berpikir panjang-panjang.
Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah lebih lama sedikit daripada biasa.
Betapa sulitnya untuk membaca satu ayat Kitab Suci tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.
Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser, namun lebih senang berada di kursi paling belakang ketika berada di temppat ibadah.
Betapa Mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata,
namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama sebulan berpuasa.
Betapa sulitnya menyediakan waktu untuk ibadah; namun betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.
Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Kitab Suci; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.
Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh Koran namun betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci.
Betapa setiap orang ingin masuk surga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir, atau mengatakan apa-apa, atau berbuat apa-apa.
Selasa, 10 Maret 2015
Ada Pertemuan, Ada Perpisahan
Ada pertemuan, ada perpisahan..
Ada pertengkaran, ada perdamaian..
Ada kesalahan, ada pengampunan..
Ada perjalanan, ada perhentian..
Ada kehidupan, ada kematian..
Semua itu, tiada satu pun manusia yang tahu kapan akan terjadi.
Tiada satu pun manusia yang siap menerima hal itu.
Namun kita semua akan mengalaminya.
Saat kau hidup, itulah perjalanan yang akan kau mulai. Di mana kau akan bertemu seseorang dalam hidupmu, dan mengalami banyak liku kehidupan. Kau memiliki kesalahan, lalu bertengkar. Namun akan ada pengampunan dari setiap hati kecil putih, yang memunculkan perdamaian itu. Tapi suatu saat kau akan berpisah dengannya. Yaitu saat perjalananmu terhenti. Yaitu saat kematian menghampirimu.
Saat perpisahan itu terjadi, secara logika hanya ada air mata. Tapi intiplah lebih dalam lagi, rencana Tuhan yang sedang merangkai hidup ini menjadi sebuket bunga. Atau mungkin sedang dirajut menjadi jubah kebesaran yang dipakai raja terbesar. Atau mungkin dibentuk menjadi sebuah bejana indah.
Semua itu Dia atur menurut waktunya. Sebab tiada yang salah dalam rancangan-Nya.
Mungkin terkadang kita merasa rindu pada seseorang yang pergi jauh dari sisi kita. Apa obatnya? Doa dan nyatakan kerinduanmu itu pada sosok yang paling mengerti, yaitu Tuhan.
Aku, kau, atau siapa pun pasti akan mengalaminya. Itulah hidup. Adil. Seimbang. Selalu berpasangan.
Hukum alam yang sebagian diamini logika, memang selalu menempatkan apa pun yang ada di bumi ini, sebagai sesuatu atau seseorang dalam keadaan berpasangan. Ada siang dan malam, atas-bawah, tua-muda, miskin-kaya, serta pria dan wanita. Sepertinya, semua memang sengaja dicipta untuk saling melengkapi, terpasang kokoh satu sama lain. Dan ketika sebuah roh pertama kali ditiupkan di kedamaian alam rahim. Hampir semua yang ada di tubuh anak manusia memang akhirnya tercipta secara berpasangan. Dua mata, dua telinga, dua tangan dan kaki, bahkan jantung dengan bilik kiri dan kanan. Tapi ada yang diciptakan setengah saja oleh-Nya, yaitu jiwa....hingga kita senantiasa selalu mencari pasangan jiwa kita yan paling tepat hingga tak akan terlepas samapai ajal datang menyapa.
Ada pertengkaran, ada perdamaian..
Ada kesalahan, ada pengampunan..
Ada perjalanan, ada perhentian..
Ada kehidupan, ada kematian..
Semua itu, tiada satu pun manusia yang tahu kapan akan terjadi.
Tiada satu pun manusia yang siap menerima hal itu.
Namun kita semua akan mengalaminya.
Saat kau hidup, itulah perjalanan yang akan kau mulai. Di mana kau akan bertemu seseorang dalam hidupmu, dan mengalami banyak liku kehidupan. Kau memiliki kesalahan, lalu bertengkar. Namun akan ada pengampunan dari setiap hati kecil putih, yang memunculkan perdamaian itu. Tapi suatu saat kau akan berpisah dengannya. Yaitu saat perjalananmu terhenti. Yaitu saat kematian menghampirimu.
Saat perpisahan itu terjadi, secara logika hanya ada air mata. Tapi intiplah lebih dalam lagi, rencana Tuhan yang sedang merangkai hidup ini menjadi sebuket bunga. Atau mungkin sedang dirajut menjadi jubah kebesaran yang dipakai raja terbesar. Atau mungkin dibentuk menjadi sebuah bejana indah.
Semua itu Dia atur menurut waktunya. Sebab tiada yang salah dalam rancangan-Nya.
Mungkin terkadang kita merasa rindu pada seseorang yang pergi jauh dari sisi kita. Apa obatnya? Doa dan nyatakan kerinduanmu itu pada sosok yang paling mengerti, yaitu Tuhan.
Aku, kau, atau siapa pun pasti akan mengalaminya. Itulah hidup. Adil. Seimbang. Selalu berpasangan.
Hukum alam yang sebagian diamini logika, memang selalu menempatkan apa pun yang ada di bumi ini, sebagai sesuatu atau seseorang dalam keadaan berpasangan. Ada siang dan malam, atas-bawah, tua-muda, miskin-kaya, serta pria dan wanita. Sepertinya, semua memang sengaja dicipta untuk saling melengkapi, terpasang kokoh satu sama lain. Dan ketika sebuah roh pertama kali ditiupkan di kedamaian alam rahim. Hampir semua yang ada di tubuh anak manusia memang akhirnya tercipta secara berpasangan. Dua mata, dua telinga, dua tangan dan kaki, bahkan jantung dengan bilik kiri dan kanan. Tapi ada yang diciptakan setengah saja oleh-Nya, yaitu jiwa....hingga kita senantiasa selalu mencari pasangan jiwa kita yan paling tepat hingga tak akan terlepas samapai ajal datang menyapa.
Senin, 09 Maret 2015
Asal Mula Kata Narsis
Kata narsis sebenarnya diambil dari mitologi Yunani tentang seorang Pria
bernama Narcissus. Dikisahkan ada seorang Pria yang sangat tampan
bernama Narcissus. Dia adalah anak dari dewa sungai Cephissus dan peri
Liriope. Karena ketampanannya, jelas banyak banget wanita jatuh cinta
kepada Narcissus. Sayang, tak ada satu pun yang mampu menarik
perhatiannya. Salah satu wanita yang jatuh cinta kepada Narcissus adalah
Echo. Wanita ini benar-benar jatuh cinta hingga dia rela mengejar
Narcissus sampai ke gunung dan terus menguntit kemana pun Narcissus
pergi. Lama-lama Pria ini sadar juga dia punya pengikut. Ketika Echo
bilang kalau dia suka kepadanya, Narcissus menolaknya. Echo terlihat
sangat sedih dan segera sembunyi di tengah hutan yang sepi. Tubuh Echo
makin lama makin menghilang hingga yang terdengar cuma suaranya.
Melihat kesedihan Echo, Dewi Nemesis berniat memberikan pelajaran buat Narcissus. Dewi menghukum Narcissus agar dia jatuh cinta kepada dirinya sendiri. Terjadilah hingga suatu hari Narcissus sedang berjalan dan tanpa sengaja dia melihat ke sungai Styx. Narcissus terlihat begitu kaget melihat ada wajah seseorang yang begitu tampan. Sekali melihat, Narcissus langsung jatuh cinta. Dia tidak beranjak sedikit pun. Pria ini terus saja menatapi wajahnya sendiri sampai dia mencoba mencium bayangannya sendiri. Ia lalu kecebur sungai dan meninggal. Dewa-dewa lain menemukan mayatnya dan mengubahnya menjadi bunga yang disebut bunga Narcissus.
Melihat kesedihan Echo, Dewi Nemesis berniat memberikan pelajaran buat Narcissus. Dewi menghukum Narcissus agar dia jatuh cinta kepada dirinya sendiri. Terjadilah hingga suatu hari Narcissus sedang berjalan dan tanpa sengaja dia melihat ke sungai Styx. Narcissus terlihat begitu kaget melihat ada wajah seseorang yang begitu tampan. Sekali melihat, Narcissus langsung jatuh cinta. Dia tidak beranjak sedikit pun. Pria ini terus saja menatapi wajahnya sendiri sampai dia mencoba mencium bayangannya sendiri. Ia lalu kecebur sungai dan meninggal. Dewa-dewa lain menemukan mayatnya dan mengubahnya menjadi bunga yang disebut bunga Narcissus.
Minggu, 08 Maret 2015
Resep Serba Guna
Tidak perlu suku cadang, tidak perlu baterai,
Tanpa cicilan bulanan dan uang muka;
Tidak kenal inflansi, tidak dikenai pajak dan cukai,
Pendek kata, silakan santai saja;
Tidak bisa dicuri, takkan mencemari,
Satu ukuran cocok untuk semua,
Sangat hemat energi,
Namun, membuahkan hasil luar biasa.
Meredakan stres dan ketegangan,
Mengobarkan kebahagian di hati;
Memberantas kemurungan, menimbulkan kecerian,
Dan meningkatkan harga diri!
Metabolisme dilancarkan
Tanpa efek samping yg memusingkan.
Kurasa inilah dia obat mujarab;
Izinkan aku menyarankan... pelukan!
(Dan, tentu saja, sepenuhnya boleh dikembalikan!)
Tanpa cicilan bulanan dan uang muka;
Tidak kenal inflansi, tidak dikenai pajak dan cukai,
Pendek kata, silakan santai saja;
Tidak bisa dicuri, takkan mencemari,
Satu ukuran cocok untuk semua,
Sangat hemat energi,
Namun, membuahkan hasil luar biasa.
Meredakan stres dan ketegangan,
Mengobarkan kebahagian di hati;
Memberantas kemurungan, menimbulkan kecerian,
Dan meningkatkan harga diri!
Metabolisme dilancarkan
Tanpa efek samping yg memusingkan.
Kurasa inilah dia obat mujarab;
Izinkan aku menyarankan... pelukan!
(Dan, tentu saja, sepenuhnya boleh dikembalikan!)
Rabu, 07 Januari 2015
Peluang dan Tantangan Koperasi dalam Menghadapi MEA 2015
BAB I
PENDAHULUAN
MEA adalah
sebuah revolusi ekonomi ASEAN dimana menjadikan sebuah wilayah regional yang
tidak memiliki batas untuk melakukan pergerakan barang dan jasa serta tenaga
kerja yang didukung oleh modal baik domestik maupun asing. Indonesia sebagai
negara anggota ASEAN yang ikut mensetujui pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN
(MEA) harus menghadapi berbagai tantangan dibidang ekonomi khususnya domestik.
Kesiapan Indonesia untuk membuka pasar ekonomi bebas di tingkat regional mau
tidak mau memberikan perhatian serius bagi pihak pemerintah sebagai aktor
negara dan pelaku-pelaku ekonomi lainnya atau aktor non negara yaitu pengusaha
dan organisasi ekonomi. Dengan terciptanya integrasi kawasan dalam bentuk
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) selain merupakan suatu tantangan yang akan
dihadapi negara di kawasan tersebut, perlu diperhatikan masalah-masalah
yang akan ditimbulkan. Masalah tersebut lebih kepada kesiapan negara anggota
khususnya,Indonesia untuk menghadapi persaingan ekonomi global yang bersifat
terbuka dan represif. Indonesia perlu segera memperhatikan faktor-faktor
pendukung, baik internal maupun eksternal agar dampak yang ditimbulkan
di kemudian hari akibat arus barang dan jasa yang bebas, memberikan dampak
dan pengaruh yang positif.
Pembentukan
MEA diharapkan akan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, daya saing kawasan
dalam perekonomian global melalui empat kerangka strategis yang meliputi pasar
tunggal dan basis produksi internasional, kawasan ekonomi yang saling memiliki
daya saing tinggi, pertumbuhan ekonomi yang merata, peningkatan kesejahteraan
masyarakat ASEAN, mengurangi tingkat pengangguran dengan menciptakan lapangan
pekerjaan yang banyak dan hubungan kerjasama ekonomi yang erat dengan
organisasi global lainnya. Hal ini tentunya akan memberikan manfaat yang
signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di negara ASEAN yang mayoritas merupakan
negara berkembang.
Untuk
menjaga kelangsungan hidup diri dan keluarganya, sebagian masyarakat melibatkan
diri dalam berbagai usaha yang berproduktif adapula yang bergabung dalam wadah
yang memiliki legalitas seperti koperasi. Koperasi menciptakan peluang bagi
masyarakat untuk membantu dirinya sendiri. Lebih dari 800 juta orang diseluruh
dunia sudah menjadi anggota koperasi. Meskipun koperasi lebih memberi fokus
untuk memenuhi kebutuhan lokal para anggotannya, mereka juga bekerjasama dan
terkait. Mereka sama-sama mendukung dan mempraktekan nilai maupun prinsip yang
terkandung didalam ICIS (Pernyataan Internasional tentang jatidiri Koperasi).
Basis demokrasi dan kombinasi tujuan sosial ekonomi yang unik menempatkan
koperasi sebagai lembaga ideal yang berperan untuk meningkatkan kelayakan
globalisasi. Dalam banyak hal koperasi adalah cermin dan lebih menampakan wajah
kemanusiaan dari globalisasi yang mementingkan uang dan modal semata-mata.
Bukan tidak mungkin untuk menghadapi persaingan pasar bebas pengembangan peran
masyarakat melalui koperasi akan menjadi salah satu titik yang menjadikan
globalisasi sebagai pembukaan kesempatan bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah
untuk menunjukan sejauhmana potensi dan apa yang akan dilakukan koperasi agar
bertahan dalam globalisasi yang diwarnai oleh persaingan efisiensi dan
profesionalisme pelaku bisnis dan apa yang sesungguhnya yang dapat dilakukan
untuk menumbuhkembangkan koperasi dalam memberdayakan masyarakat dalam potensi
ekonomi.
BAB II
PEMBAHASAN
Munculnya
Masyrakat Ekonomi Asean seharusnya dapat menumbuhkan perekonomian di Indonesia
secara umum, globalisasi tidak dapat di lawan karena semua orang akan selalu
ingin maju. Jadi koperasi tidak bisa melawan, koperasi harus berjalan secara
bersama-sama. Di Negara berkembang seperti Indonesia harusnya koperasi dapat
berkembang untuk melawan ketidak pastian dan kejamnya dunia ekonomi pada saat
ini. Karena koperasi merupakan salah satu lemabaga ekonomi rakyat yang
menggerakan perekonomian rakyat dalam memacu kesejahteraan sosial masyarakat.
Peluang dengan adanya MEA 2015,
antara lain :
-
Terbentuknya pasar untuk produk ekspor di Asean
-
Memudahkan untuk bisa mengakses modal investasi antar Negara Asean
-
Memudahkan memperoleh barang/jasa yang diproduksi diluar Negara kita
Tantangan yang dihadapi dengan
adanya MEA 2015, antara lain :
-
Hilangnya pasar produk ekspor kita karena kalah bersaing karena harga dan
kualitas produk kita kalah dibanding Negara lain di Asean
-
Semakin banyaknya produk impor di pasaran dalam negeri yang akan mematikan
usaha di Negara kita, contohnya saja Koperasi yang semakin harus dapat bersaing
-
Masuknya SDM dari Negara lain yang mungkin lebih berkualitas, yang akan
menggusur tenaga keja dalam negeri
Dengan semakin tingginya
peluang Koperasi yang semakin banyak dan berjalan dengan baik di Indonesia.
Banyak pula masalah/tantangan yang dihadapi oleh Koperasi di Indonesia memang
masih belum terselesaikan, apalagi dengan munculnya MEA 2015 ini. Seperti
diantaranya :
-
Lemahnya kelembagaan koperasi
-
Lemahnya modal internal koperasi
-
Kurangnya inovasi dalam bisnis koperasi dan lambannya pemanfaatan IT
-
Lemahnya kualitas SDM dan kurangnya profesionalisme di Koperasi
Setelah dilihat diatas, dengan semakin banyaknya masalah
yang dihadapi oleh koperasi, maka koperasi harus melakukan peningkatan daya
saing untukn menghadapi MEA 2015, yaitu dari segi organisasi koperasi itu
sendiri, bisnis koperasinya, dan juga Sumber Daya Manusianya.
Jika dilihat dari Organisasi Koperasi itu bisa dilakukan
diantaranya :
1.
Memperkuat idiologisasi koperasi pada anggota
2.
Penguatan kelembagaan koperasi sebagai entitas bisnis modern
3.
Membangun kultur kreatif, inovatif dan nilai tambah damlam kerangka
meningkatkan daya saing koperasi
4.
Memperkuat jaringan kemitraan koperasi dengan stake holder
Jika dilihat dari segi Bisnis Koperasinya, diantaranya :
1.
Peningkatan modal sendiri berdasar skala ekonomi yang layak
2.
Penerapan IT
3.
Kemitraan dengan pelaku bisnis lain
Jika dilihat dari segi Sumber Daya Manusia nya,antaralain :
1.
Peningkatan kualitas SDM koperasi
2.
Pengembangan system kompensasi yang menarik
3.
Profesionalisasi manajemen
4.
Pengukuran kinerja SDM yang unggul
Peran pemerintah dalam melakukan pembinaan pada koperasi
juga berperan penting agar menciptakan koperasi yang bisa semakin berkembang
dalam MEA 2015. Pemerintah merupakan aktor utama bagi perkembangan koperasi,
karena kebijakan-kebijakan yang dilakukan harus pro rakyat dan demi
kesejahteraan rakyat Indonesia semata jangan menguntungkan bagi bangsa lain.
Disamping itu pemerintah juga harus membantu dana dalam mengembangkan koperasi,
tetapi tidak hanya memberikan dana saja, pemerintah harus mengontrol
pengguanaan dana tersebut.
Selain cara-cara diatasakan menjadi lebih baik & efektif
lagi bila diadakan program penelitian dan pengembangan koperasi.
a) Peningkatan kegiatan
penelitian dan pengembangan, yang meliputi seluruh aspek pengembangan
perkoperasian melalui pendekatan interdisipliner dan lintas sektoral yang
terkoordinasi dan terintegrasi.
b) Pengkajian dan
perumusan pengetahuan perkoperasian dalam rangka penyusunan keilmuan koperasi,
sebagai bahan pengajaran ilmu koperasi dalam pendidikan formal.
c) Meningkatkan
kegiatan penelitian dan pengembangan perkoperasian untuk memberikan masukan
yang diperlukan bagi penyusunan pola pengembangan koperasi serta persiapan
langkah-langkah bagi usaha membangun koperasi.
d) Mengembangkan berbagai
pola dan perangkat pembangunan koperasi baik perangkat lunak maupun perangkat
keras, yang meliputi aspek-aspek manajemen personil, permodalan dan
perkreditan, produksi serta pemasaran.
e) Mengkaji proyek
rintisan/percontohan dalam rangka memperoleh sistem dan peralatan teknis yang
belum dijadikan pola atau sistem operasional.
f) Mengembangkan
pusat dokumentasi ilmiah dan informasi perkoperasian yang didukung oleh sistem
dan jaringan informasi yang menyeluruh dan terpadu, guna memonitor dan
mengevaluasi berbagai perkembangan pembangunan koperasi serta dampak sosial
ekonomi yang ditimbulkannya.
g) Meningkatkan kerjasama
koperasi dengan lembaga-lembaga pendidikan, penelitian, pengembangan dan
pengkajian baik di lingkungan pemerintah maupun swasta.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Peluang koperasi memang besar
di Indonesia, tetapi mungkin banyak juga tantangan yang akan dihadapi oleh
koperasi di dalam MEA 2015. Agar bisa terus sejalan dengan MEA 2015, koperasi
diharapkan bisa turut mengalami perkembangan, contohnya dengan ditumbuhkannya
inovasi dan kreatifitas pada suatu organisasi koperasi. Sumber Daya Manusia
yang ada di koperasi juga merupakan salah satu factor penting untuk
mengembangkan koperasi, dnegan pelatihan dan pembinaan kiranya SDM dan
organisasi koperasi dapat terus berkembang agar dapat terus eksis di dalam
Masyarakat Ekonomi Asean saat ini. Infrastruktur penunjang bisnis seperti
infrastruktur fisik,informasi dan komunikasi dan Sumber Daya Alam sangat diperlukan
juga untuk meningkatkan daya saing daerah.
Langganan:
Postingan (Atom)
